Tampilkan postingan dengan label Yakitate Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yakitate Japan. Tampilkan semua postingan

Plot Cerita Yakitate!! Japan

Yakitate!! Japan berawal dari masa kecil Azuma yang berawal dari permulaan ia mengetahui cara membuat roti untuk memt buktikan bahwa kakeknya salah. Setelah sepuluh tahun kemudian...

Seleksi Pegawai Baru Pantasia

Ini adalah bagian awal dari Yakitate!! Japan yang mengisahkan tentang Azuma yang baru datang ke Tokyo untuk menjadi pegawai bakery terbesar se-Jepang, Pantasia demi mencari petunjuk untuk membuat berbagai macam roti dalam targetnya membuat Japan. Dalam seleksi ini ia bersaing dengan 35 orang artisan roti lainnya. Di dalam seleksi ini Azuma mendapat ketidakberuntungan karena ia hampir kehilangan sepuluh poinnya. Dalam seleksi ini ia bertemu dengan Kawachi, Suwabara, Tsukino, dan Kuroyanagi.
Setelah seleksi ia akhirnya bekerja di Pantasia cabang Tokyo Selatan dan bertemu dengan Kinoshita dan menyelesaikan tugas yang ditugaskan manager Matsushiro pada mereka. Dalam bagian ini pula mereka bertemu dengan lawan dari bakery seberang, Mokoyama yang ditantang manager dalam kompetisi roti baru Pantasia dan St. Pierre. Bagian ini adalah awal perseteruan antara St. Pierre dan Pantasia. Di turnamen ini Azuma juga bertemu dengan GM Pantasia, Meister Kirisaki.

Kompetisi Pegawai Baru Pantasia

Bagian ini menceritakan turnamen sengit antara pegawai-pegawai baru yang diikuti seluruh pegawai baru Pantasia yang diikuti oleh seluruh pegawai baru Pantasia yang tersebar di seluruh cabang Pantasia yang berjumlah 512 orang. Bermula dari seleksi yang bertemakan roti tawar (Diner Bread) yang takkan berjamur sampai 2 minggu, seleksi kedua bertemakan Butter Roll hingga turnamen utama yang temanya berturut-turut adalah "Roti Melon", "Roti Yakisoba", "Roti Hewan", hingga pada semi final dan final bertemakan roti yang dipilih sendiri oleh peserta. Dalam turnamen ini muncul beberapa tokoh baru, yakni Mizuno (Adik tiri Tsukino), Sachihokou, Liu Laomien, Koala (Penyamaran dari Mokoyama yang diusir dari St. Pierre), Kanmuri, Yukino (Kakak tiri Tsukino), dan beberapa karakter lain. Suwabara dan Kuroyanagi juga muncul kembali dalam turnamen ini.

Monaco Cup

Azuma, Kawachi, dan Suwabara berangkat ke Perancis untuk berpartisipasi dalam kompetisi roti tingkat dunia, Monaco Cup demi menentukan keberadaan Pantasia yang berada dalam ancaman St. Pierre. Sebelumnya mereka berlatih di bakery milik kakak beradik Kirisaki. Dalam pelatihan mereka bertemu dengan musuh beru pemenang Monaco Cup pertama, Kayser bersaudara. Disini Azuma dan Suwabara menyadari keahlian kedua mereka, Goddess Hands - La Man Du Deese yang membuat musuhnya gentar. Dalam Monaco Cup muncul tokoh baru, Pierrot Bolneze (Yang merupakan juri mereka), Monica Adenauer yang jatuh cinta pada Suwabara, Shadow White, Yuuichi Kirisaki, Raja Leonheart XIV, Maetel Leonheart, dan muncul kembali musuh lama Azuma, yaitu Sachihokou. Dalam bagian ini Yuuichi berusaha membuat Azuma dkk gagal tanpa alasan. Namun akhirnya mereka memenangkan Monaco Cup dan mengalahkan perwakilan St. Pierre pusat di Amerika.

Turnamen Panel Yakitate!! 25 / Yakitate!! 9

Yuuichi Kirisaki, setelah Monaco Cup berakhir menantang Pantasia untuk bertanding roti dengan St. Pierre dengan sistem panel berbentuk seperti othello namun dengan bentuk panel. Dalam bagian ini mereka diharuskan untuk membuat roti dalam tiap daerah di Jepang. Tiap satu panel mewakili daerah yang berbeda-beda. Dalam tiap daerah tersebut perwakilan dari St. Pierre dan Pantasia diwajibkan membuat roti yang berbahan dasar yang ada di daerah tersebut. Semakin banyak bahan yang terdapat pada roti tersebut, maka akan mendapatkan nilai tambah. Azuma, Kawachi, dan Kanmuri terus memenangkan tiap bagian dari turnamen ini, dan bertemu lawan-lawan yang tangguh seperti CMAP (Mungkin merupakan pelesetan dari band musik SMAP di Jepang) yang berarti Cooking Meal Assemble People yang pada bagian pertama diwakili Tsubodzuka Takumi, kemudian Liu Laomien yang membantu Azuma dkk dalam roti yakisoba pada turnamen pegawai baru, lalu sisa CMAP tanpa Tsubodzuka, Suwabara dan Monika, Tsutsumi Masanobu, kemudian Miki Norihei, Mr. Panda (Mokoyama), lalu Yukino Azusagawa, dan yang terakhir Meister Silvan Kirisaki. Akhirnya Azuma dkk memenangkan turnamen ini dan mengalahkan musuh terakhir mereka, Meister Kirisaki.

Yakitate!! Japan

 
Yakitate!! Japan menceritakan Azuma Kazuma, seorang remaja yang berkeinginan untuk membuat roti spesial buatan Jepang yang disebut Japan. Ia pergi ke Tokyo untuk menambah keahliannya dan bergabung dengan bakery terkenal di Jepang, Pantasia.
Di awal cerita, ia harus mengikuti seleksi terlebih dahulu dan bertemu dengan Kawachi Kyousuke yang usil padanya, namun ia mengundurkan diri sewaktu final ketika melawan Kai Suwabara, seorang samurai yang juga artisan roti. Tsukino Azusagawa, cucu dari Direktur Pantasia, melihat bakat Azuma dan mengajak mereka bekerja di Pantasia cabang Tokyo Selatan, yang dimilikinya dan dikelola oleh Manajernya, Ken Matsushiro.
Arti dari judul cerita ini, Yakitate!! (焼きたて!!) berarti roti yang baru saja selesai dipanggang, dan Japan, berasal dari gabungan dari Ja (atau Jya [ジャ] dalam bahasa Jepang yang merupakan singkatan dari bahasa Inggris Japan), dan Pan [ぱん] yang berarti roti yang berasal dari bahasa Portugis "pão".
Dalam bahasa Jepang, setiap roti dari negara yang berbeda diberi nama sesuai nama negaranya yang ditambah akhiran Pan [ぱん] seperti roti Perancis menjadi "Furansupan", roti rye Jerman menjadi "Doitsupan", roti Italia menjadi "Itariapan".
Azuma yang merupakan artisan roti yang berbakat, sejak kecil ia memiliki keahlian yang hanya sedikit orang yang memilikinya, yaitu Solar Hands yang diartikan Tangan Matahari.
Solar Hands adalah suatu keahlian di mana telapak tangan pemiliknya menjadi hangat sesuai suhu tubuh bagian dalamnya. Biasanya pada orang kebanyakan suhu telapak tangan sedikit lebih rendah dibandingkan suhu tubuh bagian dalam. Hal ini dikarenakan pada saat darah menyebar ke bagian tangan, darah melepaskan kalor karena terpengaruh suhu luar tubuh, namun pada pemilik Solar Hands ini darahnya memiliki suatu kekuatan untuk menjaga suhu tangannya tetap hangat.
Lalu apa hubungannya dengan pembuatan roti? Jelas ada, karena jika adonan roti yang beragi diolah pada suhu yang dingin, ragi tersebut tidak akan berkembang karena ragi tidak tahan terhadap suhu dingin. Walaupun suhu ruangan sudah cukup hangat, namun apabila tangan seorang pembuat roti terlalu dingin, maka akan sulit untuk menguleni adonan roti agar dapat mengembang dengan pas. Maka dengan Solar Hands, dan apabila ditunjang dengan suhu ruangan yang hangat maka akan dapat membantu ragi mengembangkan adonan dengan lebih cepat dari biasanya.
Walaupun Yakitate!! Japan memfokuskan ceritanya pada roti, namun banyak kejadian lucu dan menarik dari kisah ini, misalnya saja reaksi-reaksi (Reaction) para Judge (Juri) setelah memakan roti-roti yang telah dibuat. Tentu saja hal ini mengakibatkan cerita ini sangat disukai karena salah satu di antaranya reaksi-reaksinya yang sangat lucu dan terlalu melodramatik.